Bondowoso – Dua siswa SMAN 1 Bondowoso, Muhammad Fikry Al Rafif dan Achmad Al Farisi, sukses menjalankan tugas sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bondowoso pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun RBA Ki Ronggo, Senin (17/8/2026).
Keduanya menjadi bagian dari 76 anggota Paskibraka Kabupaten Bondowoso yang dikukuhkan Bupati Bondowoso Dr. H. Abd. Hamid Wahid, M.Ag. sehari sebelumnya. Setelah menjalani rangkaian seleksi, latihan, dan pembinaan, Fikry dan Farisi akhirnya mendapat kepercayaan menjalankan tugas pada upacara kemerdekaan.
Momen tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMAN 1 Bondowoso. Dari lingkungan sekolah, perjuangan keduanya terlihat melalui proses latihan yang menuntut disiplin, ketahanan fisik, kekompakan, dan konsistensi.
Saat upacara berlangsung, keduanya tampil bersama anggota Paskibraka lainnya menjalankan tugas di hadapan peserta upacara dan masyarakat Bondowoso. Pengibaran Sang Merah Putih menjadi puncak dari proses panjang yang telah mereka jalani.
Bagi sekolah, keberhasilan Fikry dan Farisi bukan sekadar pencapaian dalam kegiatan seremonial. Kepercayaan menjadi Paskibraka menunjukkan bahwa siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja dalam tim.
Kepala SMAN 1 Bondowoso, Ageng Jelly Purwanto, menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan kedua siswanya tersebut.
Menurutnya, proses yang dijalani Fikry dan Farisi menjadi pengalaman penting yang akan membentuk karakter mereka. Tugas sebagai Paskibraka juga mengajarkan bahwa sebuah tanggung jawab membutuhkan kerja keras dan komitmen.
“Kami bangga melihat perjuangan Muhammad Fikry Al Rafif dan Achmad Al Farisi hingga akhirnya dapat menjalankan tugas sebagai Paskibraka Kabupaten Bondowoso. Ini bukan hanya tentang hasil pada hari ini, tetapi tentang proses, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang mereka jalani,” ujarnya.
Rasa haru juga menyertai keberhasilan kedua siswa tersebut. Setelah melihat mereka berdiri tegap dan menjalankan tugas di tengah momentum peringatan kemerdekaan, perjuangan selama masa latihan seakan terbayar.
Bagi Fikry dan Farisi, menjadi Paskibraka menjadi pengalaman yang tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga keluarga dan sekolah. Mereka menjadi bagian dari generasi muda yang mendapat kesempatan untuk mengambil peran langsung dalam peringatan kemerdekaan.
Keberhasilan keduanya sekaligus menambah catatan kegiatan nonakademik SMAN 1 Bondowoso. Sekolah tidak hanya mendorong siswa berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang melalui organisasi, olahraga, seni, kepemimpinan, dan kegiatan kebangsaan.
Dari halaman sekolah hingga Alun-Alun RBA Ki Ronggo, perjuangan Fikry dan Farisi akhirnya sampai pada satu momen penting: berdiri tegap di hadapan masyarakat dan menjalankan amanah mengibarkan Merah Putih pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI.



